Maradona Mengalami Hari Terberat dalam Hidupnya

Diego Maradona benar-benar terpukul melihat kekalahan telak anak-anak asuhannya. Skor 4-0 yang menyudahi kiprah Argentina di pentas Piala Dunia 2010 itu membuatnya tak bisa berkata-kata lagi. Bahkan, dia pun belum bisa menentukan nasibnya sebagai pelatih di ‘tim tango’ itu.

”Hari ini, menjelang usia saya 50 tahun pada 30 Oktober mendatang, ini merupakan hal terberat yang pernah saya alami,” ujar Maradona. ”Ini sebuah tinju dari Muhammad Ali. Saya tidak memiliki kekuataan untuk melakukan apa pun.”

Seperti dikutipĀ AFP, Maradona melanjutkan, ”Hari saat saya berhenti bermain bola kemungkinan serupa rasanya, tetapi ini terasa lebih berat.”

Kekalahan dari Jerman itu kekalahan terburuk Argentina di putaran final Piala Dunia sejak Argentina ditekuk 6-1 oleh Cekoslowakia pada 1958. Legenda hidup sepakbola Argentina itu mengaku belum bisa membicarakan masa depannya sebagai pelatih di timnas.

Argentina kembali gagal mencapai babak empat besar atau semi final Piala Dunia sejak 1990. Tahun itu, Maradona berhasil membawa timnya melangkah hingga ke final meski ditaklukkan Jerman Barat 1-0.

”Saya harus berpikir dengan hati-hati mengenai masa depan. Saya harus berbicara dengan keluarga saya, para pemain. Ada banyak hal yang harus dibicarakan,” tutur pria yang bernama lengkap Diego Armando Maradona ini.

Dengan suatu bayangan bahwa masa depannya belum jelas, Maradona mengatakan, ”Ini bukan lah akhir yang diharapkan (bagi kami), tetapi siapa pun yang sudah terlanjur masuk harus melanjutkan jalan ini yang merupakan satu hal yang disukai Argentina.”

One Reply to “Maradona Mengalami Hari Terberat dalam Hidupnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *