Air Alkali, Air Sehat atau Bisnis Sugesti?

Beberapa waktu yang lalu ada seorang teman yang menanyakan tentang air alkali yang saat ini di Indonesia sedang NGETOP, katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, namun air tersebut dijual dengan harga yang cukup mahal.  Alat untuk memproduksi air alkali juga banyak ditawarkan oleh berbagai pihak sebagai bisnis yang menggiurkan.  Lalu, apa benar air alkali bisa berkhasiat sehebat itu.  Berdasarkan beberapa penelusuran literatur di internet, tetapi saya batasi yang sumbernya tidak bertendensi bisnis, tulisan ini ingin sedikit mengulasnya dari segi ilmu kimia karena kebetulan saya orang kimia agar kita bisa melihat semuanya dari segi ilmiah yang netral dan bukan bisnis segesti dan testimony semata..

Satu kata kunci, air yang bersih dan murni adalah landasan untuk kesehatan tubuh kita,  karena sebagian besar tubuh kita adalah air, maka asupan air sangat penting untuk keberlangsungan aktivitas tubuh kita.   Lalu bagaimana air yang bersih dan murni tersebut bisa kita peroleh mengingat saat ini banyak sekali sumber-sumber air yang mulai tercemar? Apakah air kemasan lebih sehat? Apakah mesin pengolah air minum yang banyak dijual di pasaran bisa memproduksi air minum yang sehat?

asam-basa air

Untuk proses penyediaan air sehat, beberapa tahun terakhir isu tentang peran pH mulai dianggap penting, alkaline versus aciditic water.  Saat ini banyak orang yang mempromosikan air alkali bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit misalnya kanker, radang sendi dan penyakit degeneratif lainnya, akan tetapi apakah semua benar?!  Alasannya, air alkali secara teoritis adalah antioksidan yang bagus yang dengan kelebihan elektronnya dapat mengusir radikal bebas berbahaya dalam tubuh kita.  Para penjual air alkali mengklaim bahwa air alkali bisa mengurangi keasaman dalam tubuh kita yang secara tidak langsung akan mencegah dan mengobati munculnya berbagai penyakit tersebut.

Para penjual dan para penggemar air alkali mungkin akan dengan semangat mempromosikan kehebatan dari air ber-pH tinggi ini, bahkan mungkin banyak yang sudah membuktikan sendiri keampuhan air alkali dalam mengobati berbagai penyakit yang pernah diderita.  Namun, penekanan dalam bahasan ini tidak untuk menyangkal atau membenarkan hal tersebut.  Hanya saja sebagai catatan kita tidak bisa menentukan kualitas air hanya dari segi pH atau derajat keasaman semata…

Beberapa jenis air yang selayaknya kita ketahui:

  1. Air murni: Air yang secara fisika telah mengalami proses penghilangan pengotor melalui proses distilasi, deionisasi, reverse osmosis dan atau filtrasi.
  2. Air suling: Air yang yang didistilasi/disuling dan uap airnya dikondensasikan lagi sehingga tidak mengandung mineral-mineral lagi.
  3. Air kemasan: biasanya air pegunungan yang telah melalui beberapa proses produksi sebelum pengemasan misalnya reverse osmosis, ozonisasi dan filtrasi meskipun beberapa pabrikan tertentu dimungkinkan hanya melakukan proses pembotolan langsung air dari berbagai sumber tanpa proses tertentu.
  4. Air alkali: Air yang telah mengalami proses pemisahan melalui elektrolisis sehingga menjadi dua fraksi/bagian yaitu yang bersifat asam dan basa, terutama dari pemisahan ion-ion magnesium dan kalsium yang terdapat di dalam air alam.
  5. Air demineral:  Air yang telah mengalami penghilangan mineral-mineral ionic misalnya garam-garam sodium, kalsium, besi, klorida dan bromide dengan menggunakan filtrasi melalui resin penukar ion yang mampu mengingat ion-ion tersebut.
  6. Air keras dan air lunak:  Air yang banyak mengandung mineral-mineral terlarut dalam jumlah cukup banyak sedangkan air lunak adalah air yang diproses sehingga hanya mengandung kation sodium (Na+).

Istilah pH (potential of Hydrogen) secara sederhana adalah banyaknya ion hidrogen dalam suatu sistem larutan.  Secara umum diketahui, larutan ber-pH tinggi berarti memiliki sedikit ion hidrogen dan sebaliknya larutan ber-pH rendah berarti memiliki banyak ion hydrogen, dimana rentang pH adalah dari 0 sampai 14.  Biasanya larutan dianggap asam jika ber-pH kurang dari 7 dan disebut basa (alkali) jika ber-pH lebih dari 7 sedangkan larutan ber-pH 7 dianggap netral.  Air di alam biasanya memiliki pH dari rentang 6.5 sampai 9.0, tergantung dari lingkungan tanah, vegetasi, musim dan cuaca, bahkan untuk daerah tertentu misalnya lahan gambut/rawa atau bekas tambang batu bara kadang memiliki pH kurang dari 5.  Selain itu aktivitas manusia dan industri juga menyebabkan polusi yang akan mempengaruhi pH air.  Pada rentang pH 4-10, berbagai makhluk hidup mampu bertahan, namun diluar rentang tersebut hanya makhluk-makhluk tertentu yang mampu bertahan hidup dengan baik.

Lalu rentang pH berapa air minum yang dianggap sehat?  Menurut WHO yang tertulis di Guidelines for Drinking-water Quality, dokumen hampir 600 halaman tersebut menulis berbagai hal tentang air minum, kecuali rekomendasi tentang pH tertentu yang dinyatakan sehat.  Dalam dokument tersebut tidak ada panduan pH untuk kesehatan, namun hanya tertulis rentang pH 6.5 sampai 8.0 yang disarankan untuk air minum.  Mungkin juga saat dibuat, dokumen WHO tersebut tidak memperhatikan secara khusus air alkali, namun pH optimal air minum di area pH netral memang berfungsi untuk menjaga stabilitas pH di dalam sistem tubuh kita secara alami.  Mungkin saja pH di atas atau di bawah rentang tersebut bisa bermanfaat untuk tujuan tertentu misalnya disinfektan, akan tetapi sudah sepatutnya kita berhati-hati apalagi jika kita konsumsi terus menerus dalma jangka panjang.

Beberapa penelitian yang pernah dilakukan dalam kaitannya tentang pengaruh pH terhadap tumbuhan dan hewan misalnya yang dilakukan oleh:

  • Michigan State University, yang mempelajari pH media tanam menyatakan bahwa pH yang terlalu tinggi akan menyebabkan peluang terjadinya defisiensi mikronutrien pada tanaman tetapi pH  yang terlalu rendah akan bisa menyebabkan keracunan kalsium, magnesium atau mangan.
  • Ohio State University melaporkan bahwa air dengan pH cukup tinggi akan mempengaruhi kemampuan tanaman untuk memperoleh nutrient dari dalam tanah dan dapat mengubah sifat tanah dalam jangka waktu tertentu.
  • Sebuah kajian ekologi di Belanda menemukan bahwa masuknya air alkali ternyata dapat mengurangi tumbuhan asli disuatu tempat yang dinamakan tumbuhan Stratiotes aloides L

Maka jika kita seorang petani, berdasarkan informasi tersebut kita akan tahu bahwa PH akan memiliki dampak tertentu bagi tanaman dan lahan kita…

>>> Lanjut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *